Tentang Kami

About i Care Lasik

About i Care Lasik

i Care Lasik berdiri sejak bulan Januari 2006 di Jakarta – Indonesia yang mewujudkan dirinya sebagai sebuah klinik mata yang memberikan pelayanan kepada pasien lasik yang ditunjang oleh alat diagnostik dan mesin lasik Carl Zeiss Mel-80 dengan teknologi Jerman yaitu Advanced Aspheric Lasik yang bisa mempertahankan bentuk kornea mata secara natural setelah dilakukan lasik.

Salah satu keunggulan dari teknologi Advanced Aspheric Lasik adalah bisa meminimalkan efek glare/silau terutama di malam hari pada pasien paska lasik. Kini pasien tidak perlu lagi ke luar negeri untuk memperoleh layanan prosedur lasik karena i Care Lasik telah menjadi alternatif pilihan yang sangat tepat bagi mereka yang menghargai waktu dan mengurangi biaya yang tidak perlu untuk pergi ke luar negeri hanya untuk menjalani prosedur lasik.

Salah satu faktor yang menempatkan i Care Lasik terdepan dalam pelayanan prosedur lasik di indonesia adalah layanan terpadu yang berstandar internasional. Kualitas sistem dan sumber daya manusia adalah salah satu standar yang telah menjadi skala prioritas dalam kegiatan operasionalnya.

Komitmen tim dokter, staf medis dan non-medis professional untuk selalu memberikan yang terbaik dalam melaksanakan tugasnya adalah kunci utama dalam mencapai titik ultimatum dari suatu keberhasilan secara menyeluruh. Kepedulian i Care Lasik dalam pelayanan yang ramah, hormat dan professional terhadap pasiennya adalah bagian dari komitmen itu.

i Care Lasik memberikan beberapa benefit kepada pasiennya, misalnya : layanan garansi 1 (satu) tahun dan bebas biaya kontrol post-op selama 6 (enam) bulan setelah lasik; sarana dan fasilitas berstandar internasional, modern dan hygienis sehingga memberikan kenyamanan; berada di lokasi yang sangat strategis karena relatif mudah dijangkau serta ditunjang oleh dokter-dokter yang berpengalaman di bidangnya dan sudah terlatih di luar negeri.

Team Dokter

Jadwal dokter lihat di S I N I
Dr.Sophia Pujiastuti, Sp.M
Dr.Sophia Pujiastuti, Sp.M
  • Kedokteran Umum: Universitas Kristen Indonesia (UKI)
  • Spesialis Mata: Universitas Indonesia
  • Fellowship/Training:
    • Lasik di India, Singapore
    • Glaukoma di Universitas Indonesia
    • Katarak di India
  • Organisasi:
    • IDI
    • PERDAMI
  • Bidang Layanan:
    • Opthalmologi Umum
    • LASIK
    • RLE
    • Katarak
    • Phakic IOL
Jadwal dokter lihat di S I N I
Dr.Heru Mahendrata Singgih, Sp.M
Dr.Heru Mahendrata Singgih, Sp.M
  • Kedokteran Umum: Universitas Sebelas Maret Surakarta
  • Spesialis Mata: Universitas Indonesia
  • Fellowship/Training:
    • Lasik di India
    • Glaukoma di Universitas Indonesia
  • Organisasi:
    • IDI
    • PERDAMI
    • Kelompok Seminat Bedah Refraktif dan Vitreoretina
  • Bidang Layanan:
    • Opthalmologi Umum
    • LASIK
    • RLE
    • Katarak
    • Phakic IOL
Jadwal dokter lihat di S I N I

Jadwal Dokter

Hari Jam Klinik Praktek Dokter Nama Dokter
Senin 09.00 – 19.00 16.00 – 19.00 Dr.Heru Mahendrata S., Sp.M.
Selasa 09.00 – 19.00 16.00 – 18.00 Dr.Sophia Pujiastuti, Sp.M.
Rabu 09.00 – 19.00 16.00 – 18.00 Dr.Heru Mahendrata S., Sp.M.
Kamis 09.00 – 19.00 16.00 – 18.00 Dr.Heru Mahendrata S., Sp.M.
Jum’at 09.00 – 19.00 10.00 – 15.00
Dr.Sophia Pujiastuti, Sp.M.
Sabtu 10.00 – 17.00 10.00 – 13.00
Dr.Sophia Pujiastuti, Sp.M.-
13.00 – 15.00
Dr.Heru Mahendrata S., Sp.M.
Update: 3 Februari 2014

 Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu, silakan buat perjanjian melalui telepon atau Chatting

Epilasik

Apa Pengertian EPI-LASIK?

Epi-Lasik adalah singkatan dari Epithe­lial Laser Assisted In-Situ Keratomileusis. Dengan teknik ini koreksi penglihatan dapat mencapai hasil yang optimal, khususnya bagi pasien dengan kondisi tertentu, seperti kornea yang tipis, mata kering dan pupil lebar.

Epi-Lasik merupakan kombinasi dari dua teknik laser untuk koreksi penglihatan yang sudah biasa dilakukan yaitu LASIK dan PRK (photo refractive keratectomy).

Epi-Lasik tidak memotong kornea, namun hanya mengelupas jaringan permukaan kornea (epitel), sehingga ukuran flap yang terbentuk sangat tipis (60 mikron). Berbeda dengan LASIK yang membuat flap kornea setebal 140 mikron, dan pada teknik PRK yang mengambil lapisan epitel dengan pemberian alkohol dan dikerok.

Hasil operasi akan didapat secara bertahap dengan efek samping paska operasi yang minim dan komplikasi flap yang sangat jarang.

Kandidat Epi-Lasik yang ideal:

  • Berusia di atas 18 tahun dengan ukuran refraksi stabil sekurang-kurangnya 1 tahun.
  • Tidak memiliki penyakit mata seperti katarak, glaukoma, infeksi dsb.
  • Tidak dalam kondisi hamil atau menyusui.
  • Tidak dalam pemberian obat-obatan, seperti steroid atau imunosupressants.

Tahapan Epi-Lasik?

  1. Setelah diberikan obat tetes untuk kekebalan (anestesi topical), dengan menggunakan alat khusus (epi-keratom), epitel pada permukaan kornea dipisahkan dan dilipat ke arah luar.
  2. Laser bekerja pada permukaan kornea untuk membentuk kelengkungan yang baru sesuai ukuran refraksi atau tingkat aberasi pada mata
  3. Flap epitel dikembalikan pada posisi semula dengan alat spatula atau dilepas, kemudian diberikan obat tetes mata dan dipasangkan lensa kontak penahan (bandage contact lens).

Mengapa memilih Epi – Lasik?

Karena tidak semua pasien memiliki ketebalan kornea yang cukup untuk tindakan bedah refraksi (kurang dari 500 mikron). Juga karena beberapa dari mereka memiliki mata kering, ukuran pupil lebar, serta kelengkungan kornea terlalu cekung atau mendatar, sehingga beresiko terjadi komplikasi saat dilakukan pembuatan flap kornea.

Teknik Epi-Lasik mampu menghindarkan resiko komplikasi atau efek samping baik pada saat operasi maupun paska operasi.

Dibandingkan PRK atau LASEK, tindakan Epi-Lasik lebih aman dan prediktif. Selain itu efek samping yang ditimbulkan lebih kecil, juga resiko komplikasi paska operasi sangat jarang terjadi. Penyembuhan secara natural dan tidak berbekas.

Dalam melakukan prosedur Epi-Lasik, i Care LASIK CENTER menggunakan mesin-mesin generasi terdepan yaitu MICROKERATOME AMADEUS II. Alat khusus yang sangat canggih, digunakan untuk melakukan pembuatan flap kornea yang sangat tipis untuk hasil yang optimal.

RLE

Refractive Lens Exchange (RLE)

Bedah Lasik sekarang sudah semakin populer di lakukan di berbagai negara dan terutama di Indonesia belakangan ini banyak klinik yang melakukan prosedur lasik, untuk mengoreksi kelainan refraksi.

Namun Jika kelainan refraksi seseorang terlalu tinggi, atau ketebalan kornea sangat tipis atau kondisi kornea yang merupakan kontra indikasi untuk menjalani tindakan lasik, di i care lasik masih memberikan alternatif lain untuk menanggulangi kelainan refraksi tersebut.

Apa pengertian RLE?

RLE (Refractive Lens Exchange) adalah salah satu alternative tindakan untuk mengkoreksi kelainan refraksi terutama pada pasien yang tidak layak untuk menjalani prosedur lasik. Tidakan RLE ini sangat membantu untuk mengatasi keluhan penglihatan terutama bagi pasien yang memiliki kelainan refraksi yang tinggi atau sudah mengalami presbiopia (daya akomodasi mata yang sudah menurun)

Bagaimana RLE dilakukan ?

RLE dilakukan seperti halnya pada operasi katarak, tetapi tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengatasi kelainan refraksinya, pada tindakan RLE, lensa mata diganti dengan lensa buatan yang di sebut IOL (Intraocular Lens) yang terbuat dari bahan silikon atau plastik. Pemasangan IOL dilakukan untuk mengkoreksi pasien-pasien yang memiliki keluhan rabun dekat (plus) dan rabun jauh (minus), sedangkan untuk pasien yang memiliki keluhan dengan silindris biasanya diperlukan lensa khusus untuk meminimalkan efek silindrisnya. Pada pasien dengan minus tinggi pada umumnya retina mata lebih tipis dibandingkan dengan retina pasien normal, oleh karenanya terkadang sebelum dilakukan RLE diperlukan suatu tindakan laser retina.

Apa Keunggulan RLE?

Beberapa keunggulan dari RLE diantaranya adalah tindakan ini sudah dilakukan bertahun-tahun untuk periode yang cukup lama dan bagian kornea tidak tersentuh pada saat tindakan dilakukan. Dengan demikian, bagi pasien yang memiliki kornea tipis, mata kering, atau memiliki masalah kornea lainnya, maka pilihan untuk menjalani tindakan RLE adalah alternatif yang terbaik. Jadi hasil yang diharapkan tidak tercapai setelah tindakan RLE dilakukan, lensa IOL bisa diganti dengan lensa lain dengan ukuran tertentu sesuai yang diinginkan. Prosedur lasik bisa saja dilakukan setelah tindakan RLE sebagai upaya untuk penyesuaian atau perbaikan dari kelainan refraksi yang diharapkan, tindakan ini disebut Bioptic Surgery yakni kombinasi dari tindakan RLE dan Lasik.

Apa kemungkinan Resiko dari RLE?

Meskipun RLE terbukti aman, tetapi sama seperti tindakan operasi apapun lainnya kemungkinan resiko akan selalu ada. Pasien dengan minus tinggi bisa saja terjadi resiko timbulnya masalah retina setelah tindakan  RLE dilakukan. Selain itu, jika daya akomodasi pasien masih bagus, daya akomodasi tersebut bisa saja menurun setelah pasien menjalani tindakan RLE. Tetapi, jika pasien sudah memiliki presbiopia dengan daya akomodasi yang sudah menurun dan sudah memerlukan kacamata baca, kemungkinan penurunan akomodasi akibat RLE mungkin tidak dirasakan sebagai suatu hal yang berarti karena sebelumnya sudah memiliki keterbatasan daya akomodasinya. Walaupun angka tersebut prosentasenya sangat kecil, namun hal ini perlu diketahui sebagai suatu pemahaman.

Dengan pelayanan terpadu yang meliputi teknologi canggih, dokter- dokter berpengalaman, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik demi kepuasan konsumen, iCare menawarkan solusi terdepan untuk koreksi penglihatan, demi membawa anda kepada kehidupan yang lebih berarti.

Teknologi Kami

Alat
Deskripsi
Femto LDV – Z Lasik
Z-Lasik Femto LDV
Sejalan dengan perkembangan teknologi, i Care Lasik telah menghadirkan teknologi lasik generasi terkini Z-LASIK with Advanced Aspheric yaitu teknologi lasik tanpa pisau bedah atau NO BLADE LASIK yang mengkombinasikan mesin FEMTO LDV, produksi Ziemer Group dari Swiss untuk pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea dan mesin excimer laser MEL-80 Carl Zeiss dari Jerman.Tahapan NO BLADE LASIK ini terdiri dari dua tahap utama yaitu proses pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea dengan menggunakan femtosecond laser, dan proses pembentukan kornea yang menggunakan excimer laser.Z-LASIK adalah prosedur lasik yang menggunakan Ziemer FEMTO LDV, yaitu femtosecond laser dengan teknologi terkini yang memiliki kecepatan sangat tinggi sebesar 1000 Khz dan digunakan untuk proses pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea.Kelebihan femtosecond laser LDV adalah menggunakan energi laser yang sangat kecil, sehingga akibat panas yang tinggi pada jaringan mata bisa dihindarkan. Hal ini menyebabkan reaksi thermal dan bubbles (kekeruhan akibat laser) pada jaringan kornea sangat minimal. Selanjutnya langsung bisa dilakukan tindakan excimer laser pada mata pasien, tanpa harus menunggu beberapa saat. Tingkat presisi yang tinggi serta reposisi jaringan kornea yang sempurna pada tindakan dengan teknik Z-LASIK , membuat kesembuhan akan dicapai lebih cepat dengan hasil ketajaman penglihatan yang lebih baik.

Z-LASIK sudah memperoleh pengakuan atau sertifikasi dari FDA dan direkomendasikan penggunaannya untuk US ARMY, US NAVY, US AIR FORCE, MARINE CORPS dan NASA.

Mikrokeratome Amadeus II (AMO)Mikrokeratome Amadeus II Dengan alat canggih Amadeus II, teknologi pembuatan lapisan kornea (flap) akan sangat tipis dengan tingkat akurasi yang tinggi, dan terbukti mempercepat proses penyembuhan.Keunggulan yang tercermin dari mesin ini adalah :

  • Berdasarkan data dari majalah “EyeWorld Asia Pacific” edisi Juni 2006, dengan penulisnya Dr. Chu dari Santa Ana, California, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil riset, lebih dari 90% pasien paska lasik setelah 3 bulan mencapai tajam penglihatan 20/20 (normal) dengan tindakan lasik yang memakai Amadues II dibanding dengan Femtosecond Laser (Pembuatan flap dengan laser) yang hanya 80 % mencapai 20/20 (normal) setelah 3 bulan paska lasik.
  • Tindakan lasik dengan Amadeus II, tidak perlu menunggu waktu antara 10-20 menit lagi untuk menjalani prosedur lasiknya.
Mel 80
laser mel 80

Mesin lasik yang digunakan di i Care Lasik Center adalah “Mel-80 Carl Zeiss” yang memiliki teknologi “Advanced Aspheric Lasik” (teknologi lasik yang pertama ada di Indonesia) sehingga bentuk alami kornea mata tetap dipertahankan setelah tindakan lasik, dampak positif bagi pasien adalah :

  • Meminimalkan efek silau (glare) setelah lasik terutama pada malam hari.
  • Jaringan kornea yang dilaser lebih tipis.
  • Mengurangi tingkat aberasi pada kornea.
  • Memberikan ketajaman penglihatan serta kenyamanan yang sempurna.

Beberapa keunggulan lainnya dari mesin Mel-80 dari Carl Zeiss :

  • Mesin lasik Mel-80 Carl Zeiss adalah buatan Jerman (Jerman terkenal unggul dalam hal teknologi, bahkan kamera Sony dan HP Nokia pun menggunakan optik dari Carl Zeiss, padahal Jepang terkenal dengan standar kualitas yang sangat tinggi sebelum memilih merk/produk apa yang akan dipakai).
  • Mesin lasik yang berkecepatan sangat tinggi 250 hertz.
  • Memiliki eye-tracker (berfungsi untuk melacak gerakan mata) yang berkecepatan 250 hertz juga (sinkron dengan kecepatan mesin lasiknya).
  • Memiliki Gaussian beam 0.70 mm, yaitu jenis laser yang paling kecil sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih halus dan lebih cepat sembuh. Sedangkan Gaussian beam pada mesin lasik lainnya berkisar 1 s/d 4 mm sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih kasar.
  • Memiliki Iris recognition yang bisa mencegah resiko terjadinya kesalahan dalam pengenalan kornea mata serta mencegah adanya siklotorsi karena perbedaan data saat diagnostic (duduk) dan terapi (berbaring).

Wasca Analyzer

Wasca Analyzer

  • Alat Aberometer yang canggih, yang bisa untuk mengukur selain kelainan refraksi juga untuk mengetahui tingkat Aberasi seseorang.
  • Link ke dalam CRSMaster II dengan Topography untuk treatment plaining
  • Hasil yang didapat untuk petunjuk tentang Wavefront lasik

Atlas Topography

lAtlas Topography

  • Alat Pemetaan kornea dilengkapi dengan berbagai feature
  • Hasil yang didapat langsung di link ke CRSmaster II.

CRS MASTER II

CRS MASTER II

  • Gabungan dari Atlas Topography dan Wasca Analyzer yang memungkinkan treatment planing untuk tindakan lasik lebih cepat dan aman.
  • Semua data terintergrasi dalam satu software.
  • Penentuan pola dan tipe tindakan bisa dipersiapkan sebelumnya.

Cornea-Gage Plus (Sonogage)

Cornea-Gage Plus (Sonogage)

  • Alat untuk mengukur ketebalan kornea
  • Dengan kecepatan 50 Hz
  • Lebih akurat

CV3000 (Topcon)

CV3000 (Topcon)

  • Autorefraktometer dilengkapi pemeriksaan serba komputer
  • Hasil Autorefraktometer link ke phoroptor sehingga pemeriksa tidak perlu memutar/mengganti ukuran dengan manual.
  • Pemeriksaan lebih praktis, pasien tidak usah pindah tempat dan lebih cepat.

Z-Lasik


Sejalan dengan perkembangan teknologi, i Care Lasik telah menghadirkan teknologi lasik generasi terkini Z-LASIK with Advanced Aspheric yaitu teknologi lasik tanpa pisau bedah atau NO BLADE LASIK yang mengkombinasikan mesin FEMTO LDV, produksi Ziemer Group dari Swiss untuk pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea dan mesin excimer laser MEL-80 Carl Zeiss dari Jerman.

Tahapan NO BLADE LASIK ini terdiri dari dua tahap utama yaitu proses pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea dengan menggunakan femtosecond laser, dan proses pembentukan kornea yang menggunakan excimer laser.

Apa keunggulan Z-LASIK?


Z-LASIK adalah prosedur lasik yang menggunakan Ziemer FEMTO LDV, yaitu femtosecond laser dengan teknologi terkini yang memiliki kecepatan sangat tinggi sebesar 1000 Khz dan digunakan untuk proses pembuatan lapisan tipis (flap) pada kornea.

Kelebihan femtosecond laser LDV adalah menggunakan energi laser yang sangat kecil, sehingga akibat panas yang tinggi pada jaringan mata bisa dihindarkan. Hal ini menyebabkan reaksi thermal dan bubbles (kekeruhan akibat laser) pada jaringan kornea sangat minimal. Selanjutnya langsung bisa dilakukan tindakan excimer laser pada mata pasien, tanpa harus menunggu beberapa saat. Tingkat presisi yang tinggi serta reposisi jaringan kornea yang sempurna pada tindakan dengan teknik Z-LASIK , membuat kesembuhan akan dicapai lebih cepat dengan hasil ketajaman penglihatan yang lebih baik.

Z-LASIK sudah memperoleh pengakuan atau sertifikasi dari FDA dan direkomendasikan penggunaannya untuk US ARMY, US NAVY, US AIR FORCE, MARINE CORPS dan NASA.

Z-Lasik, All Laser Lasik

Apa keunggulan Mel-80 Carl Zeiss?

Mel-80 Carl Zeiss dari Jerman memiliki keunggulan dengan teknologi Advanced Aspheric Lasik nya. Dengan ADVANCED ASPHERIC LASIK, bentuk alami kornea mata tetap dipertahankan, yaitu cembung di tengah dan datar di tepi (bentuk prolate).

Metode ini memberikan berbagai keuntungan yaitu :

  • Mengurangi efek silau di malam hari (glare).
  • Jaringan kornea yang dilaser lebih tipis.
  • Mengurangi tingkat aberasi pada kornea.
  • Memberikan ketajaman penglihatan serta kenyamanan yang lebihsempurna.

Keunggulan lainnya dari Mel-80 Carl Zeiss ini adalah :

  • Memiliki kecepatan laser yang sangat tinggi (250 hertz) dimana proses sinar laser yang dipancarkan dapat dilakukan dalam waktu hanya sekitar 20 detik/mata.
  • Memiliki eye-tracker, yang berfungsi untuk melacak gerakan mata dengan kecepatan yang sinkron dan seragam dengan kecepatan lasernya yaitu 250 hertz.
  • Memiliki diameter laser paling kecil, yaitu 0.7 mm, sehingga proses penyembuhan akan lebihcepat, dan permukaan kornea mata akan lebih halus (faster, smoother is better).
  • Memiliki iris recognition technology; yang mampu mencegah resiko terjadinya kesalahan dalampengenalan kornea mata. Dengan pelayanan terpadu yang meliputi teknologi canggih, dokter-dokter ahli lasik berpengalaman, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik demi kepuasan konsumen, i CARE menawarkan solusi terdepan untuk koreksi penglihatan, demi membawa anda kepada kehidupan yang lebih berarti.

Katarak

Apa Pengertian KATARAK?

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata, yang menyebabkan penglihatan seseorang menjadi buram, bahkan sampai tidak melihat. Hal ini dikarenakan cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina, akibat terhalang oleh lensa yang keruh (lihat gambar). Sebagian besar katarak disebabkan oleh proses penuaan atau lanjut usia.

Apa gejala seseorang menderita Katarak?

Pada umumnya seorang penderita katarak akan merasakan:

  • Penglihatan buram atau berkabut, bahkan sampai tidak bisa melihat
  • Sering ganti kaca mata, karena ukurannya mudah berubah
  • Pada keadaan terang, mata terasa silau
  • Penglihatan semakin buram pada sore hari
  • Kadang penglihatan menjadi berbayang

Apa penyebab Katarak ?

Penyebab paling banyak adalah akibat proses lanjut usia/ degenerasi, yang mengakibatkan lensa mata menjadi keras dan keruh. Katarak senilis ini sering terjadi pada seseorang yang berusia lanjut.
Penyebab lainnya:

  • Penyakit seperti diabetes
  • Trauma/cidera pada mata
  • Penggunaan obat dalam jangka waktu lama (steroid)
  • Terkena sinar matahari yang berlebihan (ultraviolet)
  • Bawaan sejak lahir.

Pada saat ini, teknik yang digunakan pada operasi katarak adalah dengan:

FAKOEMULSIFIKASI

Merupakan teknologi terkini, hanya dengan melakukan sayatan (2.7 mm) pada kornea. Getaran ultrasonic pada alat fakoemulsifikasi dipergunakan untuk mengambil lensa yang mengalami katarak, lalu kemudian diganti dengan lensa tanam permanen yang dapat dilipat. Luka hasil sayatan pada kornea kadang tidak memerlukan penjahitan, sehingga pemulihan penglihatan segera dapat dirasakan.

Teknik fakoemulsifikasi memakan waktu 15 – 20 menit dan hanya memerlukan pembiusan topical/tetes mata selama operasi.

EKSTRA KAPSULAR

Dengan teknik ini diperlukan sayatan kornea lebih panjang, agar dapat mengeluarkan inti lensa secara utuh, kemudian sisa lensa dilakukan aspirasi. Lensa mata yang telah diambil, digantikan dengan lensa tanam permanen. Diakhiri dengan menutup luka dengan beberapa jahitan.
Stellaris B&LSeiring kemajuan teknologi, i Care Lasik meningkatkan layanannya dengan menghadirkan satu mesin Phaco atau Pachoemulsifikasi baru dari Bausch & Lomb.

Stellaris® MICS™ adalah teknologi mutakhir yang akan membantu pasien katarak mendapatkan layanan prima dengan berbagai keunggulan dari proses operasi katarak di i Care Lasik.

Keunggulan dari 1.8 mm Stellaris® MICS™ :

  • Penyembuhan cepat karena luka yang dibuat kecil
  • Mengurangi kehilangan sel endothel di banding mesin lain
  • Mengurangi munculnya astigmatisme/cylinder yang tidak diinginkan pasca operasi katarak
  • Pemulihan Penglihatan lebih cepat
  • Prosedure Operasi yang lebih aman, efisien dan prediksi yang sangat tinggi
  • Secara teknis dokter lebih dimudahkan dengan adanya feature pengaturan yang lengkap
  • The six-crystal Attune™ Handpiece dengan mengoptimalkan frekuensi 28.5 kHz sehingga mengirimkan power yang  stabil.
  • Attune™ Advanced Software, dengan feature Computerized dengan beberapa kontrol membuat Phaco sangat efisien.
  • Sangat mudah di gunakan, sehingga sangat efisien.

 

Silahkan tanyakan selengkapnya dan konsultasikan kondisi katarak anda pada dokter kami.

 

Get Adobe Flash player Plugin by wpburn.com wordpress themes